Di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), pengolahan air bersih dilakukan melalui Water Treatment Plant (WTP) yang bertujuan untuk menyediakan air bersih bagi kebutuhan civitas akademika, baik untuk konsumsi, sanitasi, maupun kebutuhan operasional lainnya. Berikut adalah gambaran umum pengolahan WTP di UPI:
1. Sumber Air Baku
Air baku yang digunakan dalam WTP UPI biasanya berasal dari:
- Sumur bor: Sumber utama untuk suplai air di dalam kampus.
- PDAM: Sebagai tambahan atau cadangan jika diperlukan.
- Air hujan (terbatas) yang dapat dikumpulkan dan diolah untuk penggunaan non-konsumsi.
2. Proses Pengolahan Air di WTP UPI
Proses utama dalam pengolahan air bersih meliputi beberapa tahap berikut:
a. Koagulasi dan Flokulasi
- Penambahan bahan kimia (misalnya tawas atau PAC) untuk menggumpalkan kotoran kecil agar lebih mudah diendapkan.
- Pengadukan dilakukan untuk membentuk flok (gumpalan partikel kotoran).
b. Sedimentasi
- Flok yang terbentuk akan mengendap di bagian dasar tangki sedimentasi.
- Air bagian atas yang lebih jernih akan dialirkan ke tahap berikutnya.
c. Filtrasi
- Air yang telah disaring melewati lapisan media filter seperti pasir silika, karbon aktif, dan kerikil untuk menghilangkan partikel tersisa serta bau dan warna yang tidak diinginkan.
d. Disinfeksi
- Penambahan klorin atau desinfektan lain untuk membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya.
- Kadang dilakukan juga sterilisasi menggunakan sinar UV atau ozonisasi.
e. Distribusi
- Air bersih yang telah diolah dialirkan ke jaringan pipa di seluruh kampus UPI untuk keperluan perkantoran, laboratorium, asrama, dan fasilitas lainnya.
3. Pengelolaan Limbah dan Pemeliharaan
- WTP UPI juga mengelola air limbah dari berbagai fasilitas kampus.
- Limbah cair dari asrama, kantin, dan laboratorium dialirkan ke sistem pengolahan air limbah sebelum dibuang ke lingkungan.
- Pemeliharaan rutin dilakukan untuk memastikan kualitas air tetap sesuai standar kesehatan.
Dengan adanya WTP ini, UPI dapat menyediakan air bersih yang berkualitas bagi seluruh civitas akademika dan mengelola penggunaan air secara lebih efisien serta berkelanjutan.
