Perbedaan Penghapusan dan Pendayagunaan Aset
Dalam pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan Barang Milik Daerah (BMD), penghapusan dan pendayagunaan adalah dua kebijakan yang berbeda secara tujuan, dampak, dan konsekuensi administratif.
Dasar regulasi keduanya antara lain:
- Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 jo. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020
- Permendagri Nomor 19 Tahun 2016
- Ketentuan teknis BMN oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
Perbedaan dari Segi Definisi
โ Penghapusan
Tindakan mengeluarkan aset dari daftar barang karena:
- Rusak berat
- Hilang
- Usang/tidak layak
- Dialihkan kepemilikannya
๐ Setelah dihapus, aset tidak lagi tercatat sebagai milik pemerintah.
โ Pendayagunaan
Pemanfaatan aset yang belum optimal tanpa menghilangkan status kepemilikan.
๐ Aset tetap milik pemerintah, tetapi dimanfaatkan melalui:
- Sewa
- Pinjam pakai
- Kerja sama pemanfaatan
Perbedaan dari Perspektif Strategis
๐ Penghapusan Berorientasi Risiko
Dilakukan ketika:
- Aset menjadi beban
- Tidak lagi memberikan manfaat
- Berpotensi menjadi temuan audit
Fokusnya adalah:
โ Tertib administrasi
โ Akurasi neraca
โ Pengendalian internal
๐ Pendayagunaan Berorientasi Nilai
Dilakukan ketika:
- Aset masih layak
- Tidak digunakan optimal
- Memiliki potensi nilai ekonomi/sosial
Fokusnya adalah:
โ Optimalisasi nilai
โ Peningkatan PNBP/PAD
โ Efisiensi anggaran
