Indonesia Development Talks (IDT) merupakan acara tahunan yang bertujuan untuk membahas berbagai isu penting yang mempengaruhi perkembangan ekonomi, sosial, dan pembangunan di Indonesia. Pada edisi ke-18, tema yang diangkat adalah “Future of Work and Youth Employability”, yang akan membahas tantangan dan peluang terkait dunia kerja di masa depan, terutama bagi generasi muda Indonesia.


Tujuan Kegiatan:

  1. Menjelajahi Tren Dunia Kerja Masa Depan:
    • Membahas transformasi dunia kerja akibat kemajuan teknologi, digitalisasi, dan perubahan global yang mempengaruhi sektor industri.
  2. Meningkatkan Kesiapan Pemuda untuk Dunia Kerja:
    • Meningkatkan pemahaman mengenai keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja masa depan dan bagaimana generasi muda dapat mempersiapkan diri mereka.
  3. Menjembatani Kesenjangan Keterampilan (Skills Gap):
    • Membahas pentingnya pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan agar pemuda Indonesia dapat memenuhi tuntutan pasar kerja.
  4. Kolaborasi antara Pemerintah, Akademisi, dan Dunia Industri:
    • Memfasilitasi diskusi antara pemerintah, sektor pendidikan, dan industri dalam menciptakan kebijakan serta program yang mendukung pemberdayaan pemuda di dunia kerja.

Agenda Kegiatan:

  1. Pembukaan dan Sambutan
    • Waktu: 09:00 – 09:30
    • Kegiatan: Pembukaan acara oleh panitia atau penyelenggara dan sambutan dari tokoh penting, seperti pejabat pemerintah atau pemimpin lembaga yang terlibat dalam pengembangan kebijakan tenaga kerja.
  2. Keynote Speech: The Future of Work
    • Waktu: 09:30 – 10:00
    • Kegiatan: Pembicara utama dari kalangan pemikir atau praktisi terkemuka yang membahas perubahan besar dalam dunia kerja, termasuk teknologi yang mengubah cara kerja, serta peran generasi muda dalam menyikapinya.
  3. Diskusi Panel: Navigating Youth Employability in the Digital Era
    • Waktu: 10:00 – 11:30
    • Kegiatan: Diskusi panel antara akademisi, pengusaha, dan perwakilan pemerintah mengenai bagaimana menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan keterampilan di dunia kerja digital, serta peran teknologi dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru.
  4. Workshop: Enhancing Skills for Future Job Market
    • Waktu: 11:30 – 13:00
    • Kegiatan: Sesi interaktif untuk mengajarkan keterampilan praktis yang dibutuhkan di masa depan, seperti kecerdasan buatan (AI), analisis data, dan keterampilan digital lainnya yang menjadi nilai tambah di dunia kerja.
  5. Makan Siang dan Sesi Networking
    • Waktu: 13:00 – 14:00
    • Kegiatan: Kesempatan bagi peserta untuk berinteraksi dengan sesama peserta, pembicara, dan mitra industri, membangun koneksi yang bermanfaat untuk perkembangan karier dan peluang kerja.
  6. Diskusi Kelompok: Collaboration Between Government, Academia, and Industry
    • Waktu: 14:00 – 15:30
    • Kegiatan: Pembahasan mendalam mengenai peran kolaborasi antara pemerintah, dunia akademik, dan sektor industri dalam mengurangi pengangguran pemuda dan memperkuat relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri.
  7. Penutupan dan Kesimpulan
    • Waktu: 15:30 – 16:00
    • Kegiatan: Ringkasan dari sesi-sesi sebelumnya dan penyampaian rekomendasi kebijakan atau tindak lanjut untuk memperkuat employability generasi muda.

Peserta yang Diharapkan:

  1. Generasi Muda (Mahasiswa dan Pencari Kerja):
    • Untuk mendapatkan wawasan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja.
  2. Pemerintah dan Pembuat Kebijakan:
    • Untuk menyusun kebijakan yang mendukung transisi generasi muda ke dunia kerja yang relevan dan berkembang.
  3. Akademisi dan Lembaga Pendidikan:
    • Untuk memastikan kurikulum pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan keterampilan yang dicari oleh pasar kerja.
  4. Industri dan Perusahaan:
    • Untuk memberikan perspektif tentang keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja serta mencari calon tenaga kerja yang kompeten.

Hasil yang Diharapkan:

  1. Peningkatan Kesadaran tentang Dunia Kerja Masa Depan:
    Peserta mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana teknologi dan globalisasi membentuk cara kita bekerja dan cara untuk beradaptasi.
  2. Peningkatan Keterampilan Pemuda:
    Generasi muda memiliki akses ke informasi dan keterampilan yang relevan untuk memasuki pasar kerja dengan persiapan yang matang.
  3. Kolaborasi antara Pihak-pihak Terkait:
    Terjalinnya kerja sama antara pemerintah, dunia akademik, dan sektor industri untuk menciptakan kebijakan dan program yang mendukung employability pemuda.
  4. Rekomendasi Kebijakan:
    Menyusun rekomendasi untuk memperbaiki kebijakan terkait pendidikan dan pelatihan, guna menutup kesenjangan keterampilan di pasar kerja.
TOP
Translate »