BANDUNG — Sejalan dengan komitmen global dalam menekan emisi karbon dan mewujudkan kampus berkelanjutan (sustainable campus), Biro Aset dan Lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus mengoptimalkan sistem Pengelolaan Energi dan Efisiensi Listrik di seluruh area universitas.

Langkah strategis ini diambil tidak hanya untuk menghemat biaya operasional, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab moral dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pembatasan konsumsi energi yang berlebihan.

Berikut adalah langkah-langkah nyata yang diterapkan Biro Aset dan Lingkungan UPI dalam program efisiensi energi:

  • Peralihan ke Teknologi Ramah Lingkungan:
    • Modernisasi Pencahayaan: Mengganti lampu konvensional di seluruh ruang kelas, gedung perkantoran, dan lampu jalan kampus dengan teknologi LED (Light Emitting Diode) yang jauh lebih hemat daya dan tahan lama.
    • Inovasi Panel Surya (Solar Panel): Memanfaatkan energi terbarukan melalui instalasi panel surya di beberapa atap gedung strategis guna menyuplai sebagian kebutuhan listrik mandiri.
  • Sistem Manajemen Udara dan Sensor Pintar:
    • Regulasi Suhu AC: Menerapkan standardisasi suhu pendingin ruangan (AC) pada posisi ideal 24°C–25°C untuk mencegah pemborosan kompresor listrik.
    • Pemasangan Sensor Otomatis: Mengintegrasikan sensor gerak (motion sensor) pada area minim aktivitas seperti toilet dan lorong gedung, sehingga lampu akan mati secara otomatis saat tidak ada orang.
  • Audit dan Monitoring Beban Energi:
    • Melakukan audit energi secara berkala pada trafo dan panel listrik utama di setiap fakultas guna mendeteksi jika terjadi kebocoran arus (vampire power) atau beban berlebih (overload).
TOP
Translate »