Proyek CWP-02 UPI Bandung Jawa Barat merupakan salah satu bentuk peningkatan fasilitas dalam rangka menunjang berbagai kegiatan perkuliahan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Pada minggu ke-34 Pekerjaan Arsitek terjadi deviasi keterlambatan pembangunan Proyek CWP02 UPI tertinggi di Bandung Jawa Barat dengan persentase -4,61%, karena adanya perubahan desain dari rencana semula. Hal ini juga berdampak pada pekerjaan selanjutnya yaitu pekerjaan struktur atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab keterlambatan pekerjaan upper structure pada pembangunan proyek CWP02 UPI bandung Jawa Barat. Metode analisis data yang digunakan adalah Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Analisis Deskriptif Mean, dan Pemodelan Probabilitas dengan Bayesian Belife Network. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa probabilitas tingkat keterlambatan yang buruk dipengaruhi oleh 10 penyebab keterlambatan yang dominan berdasarkan pemodelan probabilistik adalah 84,975%. Sedangkan berdasarkan kondisi eksisting di lapangan, pemodelan probabilistik sebesar 71,443%. Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah mitigasi untuk meminimalisir terjadinya keterlambatan proyek yaitu melakukan tindakan preventif, dan menjaga komunikasi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan tujuan proyek. Kata Kunci: Bayesian Belief Network, Keterlambatan Proyek, Model, Penyebab, Probabilistik Proyek CWP-02 UPI Bandung, Jawa Barat merupakan bentuk peningkatan fasilitas dalam rangka menunjang berbagai kegiatan perkuliahan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Pada minggu ke-34 Pekerjaan Arsitek terdapat deviasi keterlambatan tertinggi pada Proyek Pembangunan CWP02 UPI Bandung, Jawa Barat dengan presentase sebesar -4,61%, Dikarenakan adanya perubahan desain dari rencana awal. Hal ini berdampak juga pada pekerjaan selanjutnya yaitu pekerjaan struktur atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab keterlambatan struktur pekerjaan pada pembangunan proyek CWP02 UPI Bandung, Jawa Barat. Metode analisis data yang digunakan adalah Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Analisis Deskriptif Mean, dan Pemodelan probabilitas dengan Bayesian Belife Network. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa probabilitas dari tingkat keterlambatan buruk yang dipengaruhi oleh 10 penyebab keterlambatan dominan berdasarkan pemodelan probabilitas sebesar 84,975%. Sedangkan berdasarkan kondisi yang ada dilapangan pemodelan probabilistik jadi sebesar 71,443%. Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan penanggulangan untuk meminimalisir terjadinya keterlambatan proyek yaitu melakukan tindakan pencegahan, dan menjaga komunikasi antar stakeholder dalam mewujudkan tujuan proyek. Kata Kunci: Bayesian Belief Network, Keterlambatan Proyek, Model, Penyebab, Probabilistik.
