Bandung – Biro Aset dan Lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan kegiatan pemangkasan pohon randu yang berada di depan Gedung Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) UPI sebagai upaya menjaga keselamatan sivitas akademika serta menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan tertata.
Kegiatan pemangkasan dilakukan oleh petugas pemeliharaan taman dan pohon dengan menerapkan prosedur keselamatan kerja. Proses pemangkasan memanfaatkan peralatan panjat pohon (tree climbing), tali pengaman, serta tangga untuk menjangkau bagian-bagian pohon yang memiliki cabang besar dan berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun bangunan di sekitarnya.
Pemangkasan difokuskan pada cabang-cabang yang sudah tua, rapuh, serta ranting yang tumbuh tidak beraturan. Langkah ini dilakukan sebagai tindakan preventif untuk mengurangi risiko patahnya cabang akibat faktor usia pohon maupun kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang.
Selain meningkatkan aspek keselamatan, kegiatan ini juga bertujuan menjaga kesehatan pohon agar tetap tumbuh dengan baik melalui pengurangan cabang yang tidak produktif. Dengan demikian, pohon tetap dapat memberikan manfaat sebagai peneduh sekaligus menjaga keasrian kawasan kampus.
Selama proses pekerjaan berlangsung, petugas turut melakukan pengamanan area kerja dengan membersihkan ranting hasil pemangkasan dan mengatur lokasi agar aktivitas pejalan kaki maupun kendaraan tetap berjalan dengan aman. Koordinasi antarpetugas dilakukan untuk memastikan pekerjaan dapat diselesaikan secara efektif tanpa mengganggu aktivitas perkuliahan di lingkungan FPSD UPI.
Biro Aset dan Lingkungan UPI secara berkala melakukan inspeksi terhadap pohon-pohon yang berada di kawasan kampus sebagai bagian dari program pemeliharaan ruang terbuka hijau. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen UPI dalam menciptakan lingkungan kampus yang hijau, aman, dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika serta masyarakat yang beraktivitas di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia.
Melalui pemeliharaan pohon secara rutin, diharapkan potensi bahaya akibat pohon tua atau cabang yang rapuh dapat diminimalisasi, sehingga kawasan kampus tetap menjadi lingkungan yang aman, asri, dan mendukung kegiatan akademik maupun nonakademik.
